Lafadz Ratib Al-Haddad dan Kekuatan Riwayatnya

Assalamu ‘alaikum wr wb.

Saya tertarik dengan tulisan ustadz tentang Ratib Al-Haddad, sebab
ustadz menyatakan bahwa lafadznya didasari dengan hadits yang shahih.
Memang selama ini saya hanya tahu jamaah masjid dekat rumah saya
sering membacanya, namun saya tidak tahu kalau ternyata lafadznya
banyak yang shahih.

Kalau tidak keberatan, mohon saya diberikan teksnya dan dilengkapi
dengan dasar hadits atau dalilnya yang shahih. Semoga ustadz tidak
berkeberatan memenuhi permintaan saya.

Wassalam

Alwi
hadad@alwi.com

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau kita perhatikan, hampir semua isi kandungan ratib Al-Haddad
ini berisi ayat-ayat Quran yang memang telah disunnahkan untuk sering
dibaca. Dan juga terdapat dzikir-dzkikir yang ma’tsur dengan
dilandasi dengan hadits yang shahih.

Sehingga menurut Habib Mundzir, untuk membaca ratib Al-Haddad ini
tidak perlu lagi dapat ‘ijazah’, atau izin dari seorang ulama. Sebab
semua berisi ayat dan hadits shahih.

Berbeda dengan ratib lainnya, ada yang mesti harus ada ijazahnya.
Perlunya ijazah ini karena masih belum bisa dijamin keshahihan atau
kebenaran lafadz yang terdapat di dalam gubahan dan rangkaian doa di
dalamnya.

Ibarat cetakan mushaf Al-Quran, Departemen Agama RI biasanya
menyematkan tanda tashih yang berarti isi cetakannya sudah diteliti
dengan benar dan dijamin tidak ada kesalahan dalam penulisan.

Ijazah dari seorang ulama atas suatu teks ratib kira-kira
berfungsi demikian juga, yaitu untuk memastikan tidak adanya teks
yang bertentangan dengan akidah atau pun syariah.

Isi Kandungan Ratib Al-Haddad

1. Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ
الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ
. اَلرَّحْمنِ
الرَّحِيْمِ
. ماَلِكِ
يَوْمِ الدِّيْنِ إِيِّاكَ نَعْبُدُ
وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
. اِهْدِنَا
الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
. صِرَاطَ
الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ
الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ
الضَّآلِّيْنَ
. آمِيْنِ

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian
alam. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Yang Menguasai hari
Pembalasan hari Akhirat). Engkaulah sahaja Ya Allah) Yang Kami
sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan.
Tunjuklah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau
telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan jalan) orang-orang yang
Engkau telah murkai, dan bukan pula jalan) orang-orang yang sesat.

Tidak ada seorang pun yang meragukan fadhilah atau keutaman
membaca surat Al-Fatihah ini. Bahkan surat ini juga dinamakan surat
‘Ruqyah’ berdasarkan hadits yang shahih yang terdapat di dalam Shahih
Bukhari, bab Ma yu’tha firruqyati ‘ala ahya’il arab bi
fatihatil kitab
hadits no. 2276 dan juga dalam Shahih
Muslim kitabus salam bab jawazu akhdzil ujrah ‘alarruqyati bil quran
wal-adzkar
no. 65.

2. Ayat Kursi

Ratib ini kemudian diteruskan dengan membaca ayat Kursi yang
terkenal itu.

اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ
هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ
سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي
السَّموَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ
ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ
بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ
أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ
يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ
إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ
السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُدُهُ
حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيْمُ
.

Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal
selama-lamanya. Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki
segala yang ada di langit dan di bumi. Tiada sesiapa yang dapat
memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dengan izin-Nya. Yang
mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di
belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu
Allah melainkan apa yang Allah kehendaki. Luasnya Kursi Allah
meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah
menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dialah Yang Maha Tinggi, lagi
Maha Besar.
QS. Al-Baqarah: 255)

Tentang keutamaan kita membaca ayat kursi ini, setidaknya ada 99
hadits yang menerangkan fadhilahnya. Di antaranya ialah untuk menolak
syaitan, benteng pertahanan, melapangkan fikiran dan menambahkan
iman.

3. Ayat-ayat Penghabisan Surat Al-Baqarah

Setelah itu ratib ini diteruskan dengan membaca ayat-ayat
penghabisan dari surat Al-Baqarah:

آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ
أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّه
وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ
وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ
لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ
وَقَالُوا سَمِعْناَ وَأَطَعْناَ
غُفْراَنَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ
الْمَصِيْرُ
.

Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya
dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman
kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan
Rasul-rasulNya. Katakan): “Kami tidak membezakan antara seorang
rasul dengan rasul-rasul yang lain.” Mereka berkata lagi: Kami
dengar dan kami taat kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan
kepadaMu jualah tempat kembali”
QS Al-Baqarah 285)

Diriwayatkan daripada Abu Mas’ud al-Badri r.a katanya: Rasulullah
s.a.w pernah bersabda: Dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah,
memadai kepada seseorang yang membacanya pada malam hari sebagai
pelindung dirinya.

لاََ يُكَلِّفُ اللهُ
نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا
كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِنْ نَسِيْنَآ
أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ
عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ
عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا
وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا
بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا
وَارْحَمْنآ أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْناَ
عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
.

Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya
olehnya. Ia mendapat pahala atas kebaikan yang diusahakannya, dan ia
juga menanggung dosa atas kejahatan yang diusahakannya. Mereka berdoa
dengan berkata), “Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan
kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami!
Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana
yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada
kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa
yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami,
serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami.
Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai
kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir”
QS Al-Baqarah Ayat
286)

Dari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah ibn Abbas r.a.:
Apabila Jibril sedang duduk dengan Rasulullah s.a.w., dia
mendengar bunyi pintu di atasnya. Dia mengangkat kepalanya lalu
berkata: “Ini ialah bunyi sebuah pintu di syurga yang tidak pernah
dibuka.” Lalu satu malaikat pun turun, dan Jibril berkata lagi, “Ia
malaikat yang tidak pernah turun ke bumi” Malaikat itu memberi
salam lalu berkata, “Bersyukurlah atas dua cahaya yang diberi
kepadamu yang tidak pernah diberi kepada rasul-rasul
sebelummu-“Fatihat al-Kitab dan ayat penghabisan Surah al-Baqarah”.
Kamu akan mendapat manfaat setiap kali kamu membacanya.

4. Dikir

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ
الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي
وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
قَدِيرٌ
.

Tiada Tuhan Melainkan Allah, Yang satu dan tiada sekutu bagi-
Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan, dan bagi-Nya segala pujian. Dialah
yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia sangat berkuasa atas
segala sesuatu

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW
berkata, “Siapa yang membaca ayat ini seratus kali sehari,
pahalanya seperti memerdekakan sepuluh orang hamba, Seratus kebajikan
dituliskan untuknya dan seratus keburukan dibuang darinya, dan
menjadi benteng dari gangguan syaitan sepanjang hari.”
HR
Bukhari, Muslim dan Malik)

5. Lafadz Al-Baqiyaushshalihat

سٌبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اْللهُ
وَاللهُ اَكْبَرُ
.

Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan
Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar.

Dari Samurah ibn Jundah bahwa Rasulullah s.a.w bersabda:
Zikir-zikir yang paling dekat di sisi Allah adalah empat, yaitu
tasbih, takbir, tahmid dan tahlil, tidak berbeda yang mana aturannya
apabila engkau berzikirullah
. HR Muslim)

6. Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ
وَبِحَمْدِهِ سُبْحاَنَ اللهِ الْعَظِيْمِ
.

Maha suci Allah segala puji khusus bagi-Nya, Maha suci Allah
Yang Maha Agung

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW
bersabda, “Dua zikir yang mudah di atas lidah tetapi berat
pahalanya dan disukai oleh Allah ialah: ‘SubhanAllah al-Azim dan
‘SubhanAllah wa bihamdihi.
”HR Bukhari)

7. Minta Ampun dan Tobat

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا
وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ
التَّوَّابُ الرَّحِيْ

Ya Allah ampunlah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya
Engkau Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang
.

Dalilnya adalah beberapa ayat Quran berikut ini:

Dan hendaklah engkau memohon ampun kepada Allah; karena
sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani
.QS.
Surah 4: An-Nisa’; Ayat 106: )

Juga Surah 11: Hud; Ayat 90

8. Shalawat Kepada Nabi SAW

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ
وَسَلِّمْ
.

Ya Allah, cucurkan selawat ke atas Muhammad, Ya Allah, cucurkan
selawat ke atasnya dan kesejahteraan-Mu
.

Dalilnya sangat banyak yang menganjurkan kita untuk bershalawat
kepada Nabi SAW, di antaranya ayat berikut ini:

Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya berselawat ke atas Nabi;
wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya serta
ucapkanlah salam dengan penghormatan yang sepenuhnya.
QS.
Al-Ahzab: 56)

Dari Abdullah bin Amr berkatabahwa RAsulullah SAW bersabda: “Orang
yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya
sepuluh kali.
HR Muslim)

9. Minta Perlindungan kepada Allah

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ
اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَق

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari
kejahatan makhluk-Nya.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa yang membaca doa ini tiga
kali, tiada apa-apa malapetaka akan terjatuh atasnya.”
HR Abu
Dawud dan Tirmizi, )

بِسْـمِ اللهِ الَّذِي
لاَ يَضُـرُّ مَعَ اسْـمِهِ شَيْءٌ فِي
الأَرْضِ وَلاَ فِي الْسَّمَـآءِ وَهُوَ
الْسَّمِيْـعُ الْعَلِيْـمُ
.

Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tiada suatu pun, baik di
bumi mahupun di langit dapat memberi bencana, dan Dia Maha Mendengar
Lagi Maha Mengetahui.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hamba-hamba Allah yang membaca
doa ini pada waktu pagi dan petang tiga kali, tiada apa jua kesakitan
akan dialaminya.”
HR Ibn Hibban)

10. Menyatakan Keridhaan Kepada Allah, Islam dan Muhammad

رَضِيْنَـا بِاللهِ
رَبًّا وَبِالإِسْـلاَمِ دِيْنـًا
وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيّـًا

Kami redha Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai Agama kami
dan Muhammad sebagai Nabi kami.

11. Basmalah

بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّـرُّ
بِمَشِيْئَـةِ اللهِ
.

Dengan Nama Allah, segala pujian bagi-Nya, dan segala kebaikan
dan kejahatan adalah kehendak Allah.

Rasulullah s.a.w. bersabda: Wahai Abu Hurairah, bila kamu
keluar negeri untuk berniaga, bacakan ayat ini supaya ia membawa kamu
ke jalan yang benar. Dan setiap perbuatan mesti bermula dengan
‘Bismillah’ dan penutupnya ialah “Alhamdulillah”.

12. Taubat

. آمَنَّا بِاللهِ
وَاليَوْمِ الآخِرِ تُبْناَ إِلَى اللهِ
باَطِناً وَظَاهِرًا
.

Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan kami bertaubat
kepada Allah batin dan zahir.

Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah
dengan “Taubat Nasuha”. Diriwayatkan oleh Ibn Majah: Rasulullah
bersabda: Orang yang bertaubat itu adalah kekasih Allah. Dan orang
yang bertaubat itu ialah seumpama orang yang tiada apa-apa dosa
.”
(QS At-Tahrim: 8)

يَا رَبَّنَا وَاعْفُ
عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا
..

Ya Tuhan kami, maafkan kami dan hapuskanlah apa-apa dosa) yang
ada pada kami.

Dan hendaklah engkau memohon keampunan kepada Allah;
sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani
.”
(QS. An-Nisa’: 106)

13. Minta Dimatikan dalam Keadaan Muslim

ياَ ذَا الْجَلاَلِ
وَالإِكْراَمِ أَمِتْناَ عَلَى دِيْنِ
الإِسْلاَمِ
.

Wahai Tuhan yang mempunyai sifat Keagungan dan sifat Pemurah,
matikanlah kami dalam agama Islam.

14. Minta Dihindari dari Orang Zhalim

ياَ قَوِيُّ ياَ مَتِيْـنُ
إَكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْـنَ
..

Wahai Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Gagah, hindarkanlah kami
dari kejahatan orang-orang yang zalim.

صْلَحَ اللهُ أُمُوْرَ
الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللهُ شَرَّ
الْمُؤْذِيْنَ

Semoga Allah memperbaiki urusan kaum muslimim dan menghindarkan
mereka dari kejahatan orang-orang yang suka menggangu.

Diriwayatkan oleh Abu Darda’ bahwa Rasulullah s.a.w.
bersabda: “Tiada seorang mukmin pun yang berdoa untuk kaumnya yang
tidak bersamanya, melainkan akan didoakan oleh Malaikat, “Sama juga
untukmu”.

15. Menyebut Nama-nama Allah

يـَا عَلِيُّ يـَا كَبِيْرُ
يـَا عَلِيْمُ يـَا قَدِيْرُ يـَا سَمِيعُ
يـَا بَصِيْرُ يـَا لَطِيْفُ يـَا
خَبِيْرُ
.

Wahai Tuhan Yang Maha Mulia, lagi Maha Besar, Yang Maha
Mengetahui lagi Sentiasa Sanggup, Yang Maha Mendengar lagi Melihat.
Yang Maha Lemah-Lembut lagi Maha Mengetahui

Katakanlah wahai Muhammad), “Serulah nama “Allah”
atau “Ar-Rahman”, yang mana sahaja kamu serukan; kerana Allah
mempunyai banyak nama yang baik serta mulia. Dan janganlah engkau
nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu, juga janganlah engkau
perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara
itu.”
(QS. Bani Israil: 110)

ياَ فَارِجَ الهَمِّ يَا
كَاشِفَ الغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ
يَغْفِرُ وَيَرْحَم

Wahai Tuhan yang melegakan dari dukacita, lagi melapangkan dada
dari rasa sempit. Wahai Tuhan yang mengampuni dan menyayangi
hamba-hamba-Nya.

Dari Anas ibn Malik: “Ketika saya bersama Rasulullah s.a.w.,
ada seseorang berdoa, “Ya Allah saya meminta kerana segala pujian
ialah untuk-Mu dan tiada Tuhan melainkan-Mu, Kamulah yang Pemberi
Rahmat dan yang Pengampun, Permulaan Dunia dan Akhirat, Maharaja
Teragung, Yang Hidup dan Yang Tersendiri”. Rasulullah s.a.w.
bersabda: “Dia berdoa kepada Allah menggunakan sebaik-baik
nama-nama-Nya, Allah akan memakbulkannya kerana apabila diminta
dengan nama-nama-Nya Allah akan memberi.
(HR Abu Dawud)

16. Minta Ampunan

أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ
الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ
الْخَطَاياَ

Aku memohon keampunan Allah Tuhan Pencipta sekalian makhluk, aku
memohon keampunan Allah dari sekalian kesalahan.

Dan hendaklah engkau memohon keampunan daripada Allah;
sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

(QS. An-Nisa’: 106)

Dan mintalah keampunan Tuhanmu, kemudian kembalilah taat
kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengasihani, lagi Maha
Pengasih”
(QS. Hud: 90)

17. Tahlil

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

Tiada Tuhan Melainkan Allah

Kalimah “La ilaha illallah” ini adalah kunci syurga.

Diriwayatkan oleh Abu Dzar bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Allah tidak membenarkan seseorang masuk ke neraka jikalau dia
mengucapkan kalimah tauhid ini berulang-ulang kali.

18. Shalawat

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ
وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ
وَرَضِيَ اللهُ تَعاَلَى عَنْ آلِ
وَأَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ،
وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ
بِإِحْسَانٍ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى
يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْناَ مَعَهُمْ
وَفِيْهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ
..

Muhammad Rasulullah, Allah Mencucurkan Selawat dan
Kesejahteraan keatasnya dan keluarganya. Moga-moga dipermuliakan,
diperbesarkan, dan diperjunjungkan kebesarannya. Serta Allah Ta’ala
meredhai akan sekalian keluarga dan sahabat Rasulullah, sekalian
tabi’in dan yang mengikuti mereka dengan kebaikan dari hari ini
sehingga Hari Kiamat, dan semoga kita bersama mereka dengan rahmat-Mu
wahai Yang Maha Pengasih daripada yang mengasihani.

19. Membaca Tiga Surat

سْم اللهِ الرَّحْمنِ
الرَّحِيْمِ
. قُلْ هُوَ
اللهُ أَحَـدٌ
. اَللهُ
الصَّمَـدُ
. لَمْ
يَلِـدْ وَلَمْ يٌوْلَـدْ
. وَلَمْ
يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa; Allah Yang
menjadi tumpuan segala permohonan; Ia tidak beranak, dan Ia pula
tidak diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang sebanding
dengan-Nya.

Dari Abu Sa’id al-khudri; seseorang mendengar bacaan surah
al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Pada keesokan paginya dia datang
kepada Rasulullah s.a.w. dan sampaikan perkara itu kepadanya sebab
dia menyangka bacaan itu tidak cukup dan lengkap. Rasulullah s.a.w
berkata, “Demi tangan yang memegang nyawaku, surah itu seperti
sepertiga al-Quran!” Dari Al-Muwatta’, diriwayatkan oleh Abu
Hurairah; Saya sedang berjalan dengan Rasulullah s.a.w, lalu baginda
mendengar seseorang membaca surah al-Ikhlas. Baginda berkata,
“Wajiblah.” Saya bertanya kepadanya, “Apa ya Rasulallah?”
Baginda menjawab, “Syurga” Wajiblah syurga bagi si pembaca itu)
.
(HR Bukhari)

بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ
الرَّحِيْمِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ
الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، وَمِنْ
شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ
شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ،
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد
.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah wahai Muhammad); “Aku berlindung dengan Tuhan yang
menciptakan cahaya subuh, daripada kejahatan makhluk-makhluk yang Ia
ciptakan; dan daripada kejahatan malam apabila ia gelap gelita; dan
daripada ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpulan-simpulan
ikatan; dan daripada kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan
kedengkiannya”.

Dari Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w biasanya apabila ada
salah seorang anggota keluarga baginda yang sakit, baginda
menyemburnya dengan membaca bacaan-bacaan. Sementara itu, ketika
baginda menderita sakit yang menyebabkan baginda wafat, aku juga
menyemburkan baginda dan mengusap baginda dengan tangan baginda
sendiri, kerana tangan baginda tentu lebih banyak berkatnya daripada
tanganku.

بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ
الرَّحِيْمِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ
النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ
النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ
الْخَنَّاسِ، اَلَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِي
صُدُوْرِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ
وَالنَّاسِ
..

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah wahai Muhammad): “Aku berlindung dengan Tuhan sekalian
manusia. Yang Menguasai sekalian manusia, Tuhan yang berhak disembah
oleh sekalian manusia, Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul
tenggelam, Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati
manusia, dari kalangan jin dan manusia”
.

Dari Abu Sa’id al-Khudri; Nabi Muhammad s.a.w selalu meminta
perlindungan daripada kejahatan jin dan perbuatan hasad manusia.
Apabila surah al-falaq dan an-nas turun, baginda ketepikan yang lain
dan membaca ayat-ayat ini saja
. (HR Tirimizy)

20. Mengirim Pahala Bacaan Surat Al-Fatihah

Salah satu di antara perbedaan pendapat para ulama adalah tentang
apakah pahala bacaan Quran bisa ditransfer kepada orang lain yang
sudah wafat.

Dalam hal ini kami pernah menjawab sebelum, silahkan periksa
jawaban kami di:
http://www.eramuslim.com/ustadz/qrn/6915100351-bertanya-mengenai-transfer-pahala.htm

Rupanya penyusun ratib Al-Haddad ini termasuk kalangan yang
meyakini dibenarkannya pengiriman pahala bacaan Quran kepada orang
yang sudah wafat. Sebagai bagian dari khilaf para ulama, maka hal ini
seharusnya bisa kita terima secara wajar.

Maka pada bagian akhir dari rangkaian dzikir yang disusunnya, ada
pengiriman pahala untuk orang-orang tertentu.

اَلْفَاتِحَةَ إِلَى
رُوحِ سَيِّدِنَا الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ
مُحَمَّد بِن عَلِيّ باَ عَلَوِي
وَأُصُولِهِمْ وَفُرُوعِهِمْ وَكفَّةِ
سَادَاتِنَا آلِ أَبِي عَلَوِي أَنَّ
اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي
الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ
وَبِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِ هِمْ
فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ
..

Bacalah Al-fatihah kepada roh Penghulu kita al-Faqih
al-Muqaddam, Muhammad ibn Ali Ba’alawi, dan kepada asal-usul dan
keturunannya, dan kepada semua penghulu kita dari keluarga bani
‘Alawi, moga-moga Allah tinggikan darjat mereka di syurga, dan
memberi kita manfaat dengan mereka, rahasia-rahasia mereka, cahaya
mereka di dalam agama, dunia dan akhirat
.

اَلْفَاتِحَةَ إِلَى
أَرْوَاحِ ساَدَاتِنَا الصُّوْفِيَّةِ
أَيْنَمَا كَانُوا فِي مَشَارِقِ الأَرْضِ
وَمَغَارِبِهَا وَحَلَّتْ أَرْوَاحُهُمْ
أَنَّ اللهَ يُعْلِي
دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا
بِهِمْ وَبِعُلُومِهِمْ وَبِأَسْرَارِهِمْ
وَأَنْوَارِ هِمْ، وَيُلْحِقُنَا بِهِمْ
فِي خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ
. 28

Bacalah al-fatihah kepada roh-roh Penghulu kita Ahli Ahli Sufi,
di mana saja roh mereka berada, di timur atau barat, moga moga Allah
tinggikan darjat mereka di syurga, dan memberi kita manfaat dengan
mereka, ilmu-ilmu mereka, rahsia-rahsia mereka, cahaya mereka, dan
golongkan kami bersama mereka dalam keadaan baik dan afiah.

اَلْفَاتِحَةَ إِلَى
رُوْحِ صاَحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ
الإِرْشَادِ وَغَوْثِ الْعِبَادِ
وَالْبِلاَدِ الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللهِ
بِنْ عَلَوِي الْحَدَّاد وَأُصُوْلِهِ
وَفُرُوْعِهِ أَنَّ اللهَ يُعْلِي
دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّة وَيَنْفَعُنَا
بِهِمْ وَأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ
بَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ
وَالآخِرَةِ

Bacalah fatihah kepada roh Penyusun Ratib ini, Qutbil-Irshad,
Penyelamat kaum dan negaranya, Al-Habib Abdullah ibn Alawi Al-Haddad,
asal-usul dan keturunannya, moga moga Allah meninggikan darjat mereka
di syurga, dan memberi kita manfaat dari mereka, rahsia-rahsia
mereka, cahaya dan berkat mereka di dalam agama, dunia dan akhirat.

اَلْفَاتِحَة إِلَى
كَافَّةِ عِبَادِ اللهِ الصّالِحِينَ
وَالْوَالِدِيْنِ وَجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِينَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ أَنْ اللهَ يَغْفِرُ
لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيَنْفَعُنَا
بَأَسْرَارِهِمْ وبَرَكَاتِهِمْ
.

Bacalah Fatihah kepada hamba hamba Allah yang soleh, ibu bapa
kami, mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, moga moga Allah
mengampuni mereka dan merahmati mereka dan memberi kita manfaat
dengan rahsia rahsia dan barakah mereka.

21. Doa Penutup

Sebagai penutup, dzikir ini kemudian ditutup dengan doa
penghabisan yang lafadznya demikian:

اَلْحَمْدُ اللهِ رَبِّ
العَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ
وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وأَهْلِ
بَيْتِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
.
اَللَّهُمَّ إِنَّا
نَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ
الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ الْمَثَانِيْ
أَنْ تَفْتَحْ لَنَا بِكُلِّ خَيْر،
وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ
خَيْر، وَأَنْ تَجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ
الْخَيْر، وَأَنْ تُعَامِلُنَا يَا
مَوْلاَنَا مُعَامَلَتَكَ لأَهْلِ
الْخَيْر، وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِي
أَدْيَانِنَا وَأَنْفُسِنَا وَأَوْلاَدِنَا
وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ
كُلِّ مِحْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضِيْر إِنَّكَ
وَلِيٌّ كُلِّ خَيْر وَمُتَفَضَّلٌ
بِكُلِّ خَيْر وَمُعْطٍ لِكُلِّ خَيْر
يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن
.

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan
mentadbirkan sekalian alam, segala puji pujian bagi-Nya atas
penambahan nikmat-Nya kepada kami, moga moga Allah mencucurkan
selawat dan kesehahteraan ke atas Penghulu kami Muhammad, ahli
keluarga dan sahabat-sahabat baginda. Wahai Tuhan, kami memohon
dengan haq benarnya) surah fatihah yang Agung, yaitu tujuh ayat yang
selalu di ulang-ulang, bukakan untuk kami segala perkara kebaikan dan
kurniakanlah kepada kami segala kebaikan, jadikanlah kami dari
golongan insan yang baik; dan peliharakanlah kami Ya tuhan kami.
sepertimana Kamu memelihara hamba-hambaMu yang baik, lindungilah
agama kami, diri kami, anak anak kami, sahabat-sahabat kami, serta
semua yang kami sayangi dari segala kesengsaraan, kesedihan, dan
kemudharatan. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pelindung dari seluruh
kebaikan dan Engkaulah yang mengurniakan seluruh kebaikan dan memberi
kepada sesiapa saja kebaikan dan Engkaulah yang Maha Pengasih dan
Maha Penyayang. Amin Ya Rabbal Alamin.

اَللَّهُمَّ إِنَّا
نَسْـأَلُكَ رِضَـاكَ وَالْجَنَّـةَ
وَنَـعُوْذُ بِكَ مِنْ سَـخَطِكَ
وَالنَّـارِ

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keredhaan dan syurga-Mu;
dan kami memohon perlindungan-Mu dari kemarahan-Mu dan api neraka.

Dari Anas ibn Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW
bersabda, “Siapa memohon kepada Allah untuk surga tiga kali, Surga
akan berkata, “Ya Allah bawalah dia ke dalam syurga;” dan jikalau
ia memohon perlindungan dari api neraka tiga kali, lalu neraka pun
akan berkata, “Ya Allah berilah dia perlindungan dari neraka.”
HR
Tirmizi dan An-Nasa’i)

Penutup

Rangkaian lafadz ini adalah susunan manusia biasa, bukan dari
Rasulullah SAW. Namun sumber-sumbernya berasal dari ayat Quran, serta
hadits-hadits yang umumnya dikatakan maqbul atau bisa diterima, bahwa
memang Rasulullah SAW mengajarkannya.

Sebagian kalangan yang ‘anti dzikir’ atau ‘anti ratib’ berargumen
bahwa Rasulullah SAW tidak mengajarkan rangkaian dzikir seperti ini,
sehingga kalau tidak ada ketetapan yang langsung dari diri beliau SAW
sendiri, kita tidak boleh mengarang sendiri. Termasuk mengarang
rangkaiannya bacaannya, sehingga kalau mau dzikir, ya dzikir saja
tanpa harus dirangkai-rangkai menjadi sebuah ritual tersendiri.

Sikap kita kalau bertemu kedua kutub ini tentu harus lebih dewasa.
Kita tidak mungkin menyalahkan salah satunya, juga tidak mungkin juga
ikut membuat suasana menjadi semakin panas.

Yang perlu kita pahami adalah bahwa keberagaman dalam menjalankan
agama ini sudah ada sejak zaman para shahabat nabi. Ada shahabat yang
cenderung menjalankan agama secara apa adanya, tanpa melihat latar
belakangnya, pokoknya begitu ya begitu. Tapi ada juga para shahabat
yang selalu memandang sesuatu sesuai pokok persoalan dan keadannya.

Jadi kalau para shahabat nabi saja di masa lalu sudah agak beragam
cara pandangnya, masak sih kita hari ini tidak boleh melakukannya?
Bukankah para shahabat itu sebagiannya juga dijamin masuk surga?

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi
wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc